banner5banner4banner3banner2banner1

sample image

Selamat Datang Di Situs Resmi Madrasah Tsanawiyah Negeri Pangkalpinang

Facebook Fans 

Who's Online? 

We have 10 guests and no members online

« April 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        

Statistik Pengunjung 

302995
TodayToday13
YesterdayYesterday128
This_WeekThis_Week437
This_MonthThis_Month1081
All_DaysAll_Days302995

Berita Terkini 

  • Mereguk Keutamaan Ramadhan

    Mereguk Keutamaan Ramadhan

    Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ragam kebaikan, keutamaan dan keberkahan. Pertama: Pada bulan Ramadhanlah puasa diwajibkan atas kaum Muslim sebagai salah satu wasilah untuk meraih ketakwaan (QS al- Baqarah[2]:183).

    Kedua: Ramadhan adalah bulan Alquran karena pada bulan inilah Allah SWT menurunkan Alquran bagi umat manusia; sebagai petunjuk dan penjelas bagi manusia, yang membedakan yang haq dengan yang batil serta menjelaskan jalan petunjuk-Nya (QSal-Baqarah [2] :185).

    Ketiga: Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Itulah malam Lailatul Qadar (QS al-Qadar [97]: 1).

    Keempat: Pada bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu; sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Jika datang bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

    Kelima: Allah memberikan keistimewaan kepada umat yang berpuasa Ramadhan dengan menyediakan satu pintu khusus di surga yang dinamai ar-Rayyan. Sabda Nabi SAW, “Pintu ar-Rayyan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berpuasa, bukan untuk selain mereka. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka takada lagi yang boleh masuk ke dalamnya.” (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

    Keenam: Puasa Ramadhan adalah perisai penghalang dari godaan hawa nafsu dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka. Rasul SAW bersabda, “Puasa (Ramadhan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR Ahmad dan al-Baihaql).

    Ketujuh: Bau mulut orang yang berpuasa Ramadhan, di sisi Allah pada Hari Kiamat nanti, lebih wangi dari bau minyak kesturi (HR al-Bukhari dan Muslim).

    Kedelapan: Allah SWT memberikan dua kebahagiaan bagi ahli puasa, yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu dengan Allah kelak pada Hari Akhir, sebagaimana kata Nabi SAW, “Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan: kala berbuka dan kala bertemu Allah.” (HR Muslim).

    Kesembilan: Allah menjauhkan wajah orang yang berpuasa Ramadhan dari siksa api neraka, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Barangsiapa berpuasa satu hari dijalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.” (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Nasa’i).

    Kesepuluh: Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam (Hadits Nabi SAW melalui penuturan Abdullah bin Umardalam riwayatal-Bukhari dan Muslim).

    Kesebelas: Allah SWT memberikan balasan langsung kepada orang-orang yang berpuasa, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Setiap amalan Anak Adam, kebaikannya dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Sesungguhnya, amalan puasa itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya karena (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’” (HR al-Bukhari dan Muslim).

    Kedua belas: Puasa Ramadhan bisa menjadi kaffarah (penghapus) dosa-dosa hamba. Nabi SAW, bersabda, “Fitnah seseorang terhadap keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya dapat ditebus dengan puasa, shalat, sedekah, serta amar makruf dan nahi mungkar.” (HR al- Bukharidan Muslim).

    Rasulullah SAW juga bersabda, “Shalat lima waktu, (dari) Jumat ke Jumat, dan (dari) Ramadhan ke Ramadhan, adalah penggugur dosa (seseorang pada masa) di antara waktu tersebut sepanjang ia menjauhi dosa besar.” (HR Muslim).

    Rasulullah SAW pun bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan hanya mengharap pahala, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR al-Bukhari)

    Ketiga belas: Puasa Ramadhan akan memasukkan pelakunya ke dalam surga. Abu Umamah ra pernah berkata kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, perintahlah saya untuk mengerjakan suatu amalan, yang dengannya, saya dimasukkan ke dalam surga.” Beliau bersabda, ‘Berpuasalah, karena (puasa) itu tak ada bandingannya.’” (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban).

    Keempat belas: Puasa Ramadhan akan memberikan kepada pelakunya syafaat pada Hari Kiamat. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat untuk seorang hamba pada Hari Kiamat.” (HR Ahmad dan al-Hakim).

    Dengan semua keutamaan di atas, tak selayaknya seorang Muslim menyia-nyiakan bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan datang menghampiri. Mari kita mereguk keutamaan Ramadhan sebanyak-banyaknya. [abi]

    Sumber:http://detikislam.com

    Written on Wednesday, 24 July 2013 16:35 in Nasional Read 125 times
  • Hikmah Nuzulul Quran

     

     

    Hikmah Nuzulul Quran : Alquran Sumber Undang-undang Negara

     

    Kaum muslimin rahimakumullah,

    Allah SWT berfirman: Kitab (Alquran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. Al Baqarah 2).  

    Dalam tafsir Jalalain dikatakan bahwa Alquran yang dibaca oleh Nabi Muhammad saw. yang tidak ada keraguan bahwa berasal dari sisi Allah SWT adalah petunjuk bagi orang-orang yang menuju taqwa dengan mengikuti perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya untuk membentengi diri mereka dari api neraka.

    Artinya, orang-orang yang ingin menjadi orang yang bertaqwa, yakni mengikuti segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya harus yakin bahwa buku petunjuknya tidak lain dan tidak bukan adalah Alquran. Dan untuk bisa mengikuti segala perintah Allah SWT harus mengetahui apa saja perintah Allah SWT yang diturunkannya di dalam Alquran.  Demikian juga untuk bisa menjauhi segala larangan Allah SWT harus mengetahui apa saja yang dilarang oleh Allah SWT di dalam Alquran.

    Oleh karena itu, orang-orang mukmin yang ingin menjadi seorang bertaqwa (muttaqin) maka dia memiliki tugas-tugas berikut: Pertama, meyakini bahwa Alquran adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah saw. sebagai petunjuk bagi siapa saja yang mau bertaqwa kepada Allah SWT.

    Kedua,
      menjadikan Alquran sebagai bacaan harian-Nya  dan berusaha mengerti ayat-ayat Allah SWT tersebut.
     
    Ketiga,  belajar hukum halal haram kepada ulama yang bisa menerangkan tafsir ayat-ayat hukum (ayatul ahkam) agar mengerti apa perintah dan larangan-Nya dalam ayat-ayat Alquran.  

    Keempat, menjadikan hukum-hukum halal haram tersebut sebagai standar perbuatannya (miqyasul a’mal) sehingga dia benar-benar menjalankan segala perintah Allah SWT (yang wajib maupun yang sunnah) dan menjauhi segala larangan-Nya atau apa saja yang Dia haramkan.

    Alquran adalah Undang-undang  Allah untuk Manusia

    Kaum muslimin rahimakumullah,


    Allah SWT berfirman:

    Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
    (QS. Al Baqarah 185).

    Dalam Tafsir Al Wajiz karya al Waahidiy diterangkan bahwa Alquran yang diturunkan secara berangsur-angsur selama lebih dari 20 tahun itu merupakan petunjuk buat kehidupan manusia dan mengandung ayat-ayat yang jelas tentang hukum-hukum, hudud, dan perkara halal haram serta membedakan antara yang hak dan batil. Dengan demikian Alquran layak menjadi pedoman kehidupan manusia baik dalam kehidupan pribadi, kehidupan berkeluarga, kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan bernegara.

    Kaum muslimin rahimakumullah,

    Alquran memangsecara komprehensif menjelaskan kepada manusia bagaimana mengelola kehidupan. Alquran menerangkan tentang keimanan dan aqidah yang harus dipeluk oleh hati manusia agar menjalani hidup dengan arah dan petunjuk yang jelas.  Allah SWT menjelaskan peta jalan (road map) hidup manusia dalam firman-Nya:

    Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (QS. Al Baqarah 28).

    Allah SWT memproklamirkan bahwa Dia menciptakan manusia adalah untuk semata beribadah kepada-Nya:

    Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz Dzariyat 56).

    Dan Allah SWT minta kepada orang yang beriman kepada-Nya agar melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala laramngan-Nya selama hayat segaimana firman-Nya:

    Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali Imran 102).

    Allah SWT meminta kepada siapapun mukmin, baik laki-laki maupun perempuan untuk terikat dengan hukum syariat apapun yang menjadi keputusan Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman-Nya:

    Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al Ahzab 36).

    Allah SWT meminta kepada semua umat Islam untuk menegakkan syariat Islam dalam seluruh kehidupan mereka secara kaffah sebagaimana firman-Nya:

    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
    (QS. Al Baqarah 208).

    Allah SWT melarang umat Islam seperti orang-orang Bani Israil yang hanya menerima sebagian Al Kitab dan Dia SWT mengancam mereka yang pilih-pilih ayat al Kitab, tidak mau mengikuti Al Kitab secara menyeluruh, dengan ancaman serius dunia akhirat sebagaimana firman-Nya:

    “...apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”.
    (QS. Al Baqarah 85).

    Allah SWT meminta kepada penguasa muslim untuk menerapkan hukum syariat Allah SWT dalam setiap keputusan hukumnya termasuk kepada warga negara non Muslim.  Allah SWT berfirman:

    Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu..
    .(QS. Al Maidah 49).

    Alquran Sumber UUD di NKRI

    Kaum muslimin rahimakumullah,


    Dari kandungan ayat-ayat di atas jelaslah bahwa Alquran menjadi pedoman dasar UU negara termasuk di NKRI yang di dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat dijelaskan bahwa Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Siapa Tuhan Yang Maha Esa tersebut? Tentu tidak lain adalah Allah Yang Maha Kuasa yang disebut dalam alinea ketiga pembukaan UUD 1945 tersebut. Allah Yang Maha Kuasa telah menurunkan ayat-ayat Alquran di atas dan di dalam QS. Al Maidah 49 secara tegas Allah memerintahkan kepada siapapun penguasa muslim dari zaman Nabi Muhammad sampai akhir zaman agar menerapkan hukum yang diturunkan oleh-Nya.  Dengan demikian menjadikan Alquran sebagai sumber UUD dan UU di NKRI adalah sesuai dengan perintah Allah Yang Maha Kuasa yang merupakan landasan konstitusional NKRI. Dengan demikian menjadikan NKRI menerapkan syariat Allah Yang Maha Kuasa secara formal konstitusional adalah merupakan kewajiban seluruh bangsa secara konstitusional, lebih-lebih buat umat Islam yang beriman kepada Alquran. Dan ini akan membuka pintu-pintu keberkahan Allah SWT sebagaimana firman-Nya:

    Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’raf 96).

    Baarakallahu lii walakum...

     

    Sumber: http://www.suara-islam.com

    Written on Wednesday, 24 July 2013 16:27 in Nasional Read 163 times
  • NU-Muhammadiyah Isyaratkan Lebaran Bersama
    NU-Muhammadiyah Isyaratkan Lebaran Bersama

    SURABAYA - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur mengisyaratkan bahwa Idul Fitri 1433 Hijriah akan jatuh pada waktu yang bersamaan, yakni 19 Agustus 2012.

    "Sesuai dengan hasil perhitungan ahli hisab PWM bahwa Idul Fitri 1433 Hijriah jatuh pada hari Ahad, 19 Agustus. Insya Allah, bareng (bersamaan)," kata Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim H Nadjib Hamid di Surabaya, Ahad (12/8).

    Written on Tuesday, 14 August 2012 15:44 in Nasional Read 63342 times Read more...
  • Jangan Sibuk Mencari Dunia di Akhir Ramadhan
    Jangan Sibuk Mencari Dunia di Akhir Ramadhan

    REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Jawa Barat, mengimbau umat Islam meningkatkan keimanan dan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Ketua VI MUI Bogor, Fachrudin Seokarno menyayangkan fenomena masyarakat yang justru meramaikan pusat-pusat perbelanjaan, bukan masjid untuk beritikaf.

    Written on Monday, 13 August 2012 16:13 in Nasional Read 27963 times Read more...
  • KEGIATAN PESANTREN KILAT RAMADHAN 1433 H MTS NEGERI PANGKALPINANG
    KEGIATAN PESANTREN KILAT RAMADHAN 1433 H MTS NEGERI PANGKALPINANG

    KEGIATAN PESANTREN KILAT RAMADHAN 1433 H MTS NEGERI PANGKALPINANG.


    MTS Negeri Pangkalpinang menggelar Pesantren Kilat Ramadhan  dalam mengisi kegiatan bulan puasa tahun 2012 M atau 1433 H. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan MTS negeri Pangkapinang
    Kegiatan Pesantren Kilat kali ini dimulai hari Senin ,10 s.d. 15 Ramadhan 1433 H. bertepatan dengan tanggal 30 Juli  s.d 4 Agustus 2012 M.

     

    Written on Wednesday, 01 August 2012 00:00 in Madrasah Read 53142 times Read more...